|
| Dokumentasi pribadi Muhammad Hayyu Hani Nuril (Han Haoyu) usai menuntaskan Guided Project di Coursera |
Kalau ngomongin soal dunia design dan prototyping, rasanya nggak akan pernah ada habisnya buat dieksplor. Setiap detail kecil, mulai dari micro-interaction sampai user flow yang smooth, itu semua punya cerita dan effort di belakangnya. Nah, di kesempatan kali ini, aku — Muhammad Hayyu Hani Nuril, atau yang lebih akrab disapa Han Haoyu — mau berbagi cerita dan review jujur soal salah satu Guided Project yang baru-baru ini aku selesaikan di Coursera. Judulnya "Car Transport App in Figma", dan jujur aja, ini bukan sekadar course biasa yang cuma numpang lewat di CV, tapi beneran ngasih insight yang worth it buat siapa aja yang mau serius terjun ke dunia UI/UX Design.
Sebelum masuk lebih jauh, aku mau kasih tau dulu kalau artikel ini murni ditulis berdasarkan pengalaman pribadi aku selama ngerjain project ini dari awal sampai akhir. Jadi bukan cuma teori doang yang aku share, tapi juga insight, tips, sampai evaluasi jujur soal apa yang bagus dan apa yang masih bisa ditingkatkan dari course ini. Kalau kamu penasaran gimana rasanya belajar prototyping lewat metode hands-on learning ala Coursera, artikel ini bakal jawab semua pertanyaan kamu sampai tuntas.
Info!
Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Han Haoyu di hanhaoyu.com, berisi review pribadi, dokumentasi progres belajar, serta evaluasi menyeluruh terhadap Guided Project "Car Transport App in Figma" yang diselenggarakan oleh Coursera.
Daftar Isi
Kenalan Dulu Sama Course "Car Transport App in Figma"
Jadi, course yang aku ambil ini masuk ke dalam kategori Guided Project dari Coursera — semacam kelas singkat yang fokus ke praktik langsung, bukan cuma teori panjang yang bikin ngantuk. Menariknya, walaupun judulnya nyebut "Figma", ternyata di dalam materinya justru dikombinasikan sama tools lain juga, yaitu Adobe XD. Jadi bisa dibilang, dalam satu project ini, aku belajar dua tools populer di industri design sekaligus. Lumayan banget kan buat nambah skill stack di CV?
Course ini secara resmi ditawarkan lewat platform Coursera, dan sampai artikel ini ditulis, tercatat udah ada 11.352 orang yang enroll di project ini. Angka yang cukup besar untuk kelas jenis Guided Project, dan itu jadi salah satu indikator kalau course ini emang punya demand yang tinggi di kalangan calon UI/UX Designer maupun yang udah kerja di bidang terkait.
| Detail Course | Informasi |
|---|---|
| Nama Course | Car Transport App in Figma |
| Kategori | Computer Science > Design and Product |
| Tipe Kelas | Guided Project |
| Level Kesulitan | Beginner |
| Estimasi Durasi | 90 menit (belajar dengan ritme sendiri) |
| Tools yang Digunakan | Figma (Design Software), Adobe XD |
| Skill yang Dilatih | Design, User Flows, Animations, Interactive Design, User Experience, Prototyping |
| Bahasa Pengantar | English |
| Total Peserta Terdaftar | 11.352 learners |
| Partner Penyelenggara | Deprecated Guided Projects |
| Sertifikat | Shareable Certificate (bisa ditambahkan ke LinkedIn) |
| Ketersediaan Device | Hanya desktop/laptop, tidak tersedia di mobile |
Kenapa Aku Tertarik Ambil Course Ini?
Jujur aja, alasan utama aku ambil course ini simpel: aku pengen ningkatin kemampuan prototyping yang selama ini masih sebatas "tau tapi belum jago". Sebagai mahasiswa Manajemen konsentrasi SDM yang punya latar belakang multidisiplin — termasuk di bidang web development dan graphic design — aku ngerasa penting banget buat terus upgrade skill teknis, apalagi yang berkaitan langsung sama product design dan user experience. Di era sekarang, skill lintas disiplin kayak gini justru jadi nilai plus besar buat siapa aja yang mau kerja di industri kreatif atau digital.
Aku percaya, belajar itu nggak harus selalu linear sama jurusan kuliah. Justru dari hal-hal "di luar jalur" itu, kita bisa nemuin value baru yang bikin diri kita lebih kompetitif.
Han Haoyu
Apa Aja yang Dipelajari di Dalam Course Ini?
Nah, ini bagian paling krusial dari review ini. Secara garis besar, course ini ngajarin aku gimana caranya bikin prototype dari artboard desain dengan berbagai teknik animasi, salah satunya bikin fitur carousel yang interaktif dan enak dipakai. Selain itu, aku juga diajarin cara bikin flow lengkap di fitur prototype milik Adobe XD, sampai ke tahap gimana cara share link hasil prototype tersebut ke stakeholder atau client biar mereka bisa review langsung tanpa perlu install software apapun.
Yang bikin course ini beda dari tutorial YouTube biasa adalah metodenya yang task-based dan terstruktur banget. Jadi bukan cuma nonton video terus praktik sendiri secara acak, tapi beneran dipandu step-by-step lewat sistem split-screen — di satu sisi ada video instruktur, di sisi lain ada workspace tempat aku praktik langsung secara real-time.
Breakdown Materi Step-by-Step yang Dipelajari
Berikut ini rangkaian task lengkap yang aku kerjain selama menyelesaikan Guided Project ini dari awal sampai akhir:
- Build the Menu — membangun struktur navigasi menu utama dari aplikasi transportasi mobil
- Create a Booking Page — mendesain halaman booking sebagai titik interaksi utama user
- Complete Booking Page — menyempurnakan detail elemen visual di booking page
- States for Editing and Deleting — membuat state interaktif untuk fitur edit dan delete data booking
- Build the Edit Page — mendesain halaman khusus untuk proses editing data
- Tracking the Car — merancang fitur visual tracking posisi mobil secara real-time
- Create the Active Tracking Page — membangun halaman active tracking yang lebih detail
- Animating a Flow along with Responsive Design Issues — mengasah kemampuan animasi flow sekaligus menangani isu responsive design
- Animating a Flow for Practice — sesi latihan tambahan untuk memantapkan skill animasi flow
Info!
Recommended experience untuk course ini adalah familiar dengan Adobe XD atau software prototyping lain, biar proses belajarnya lebih maksimal. Tapi tenang aja, buat yang benar-benar pemula pun tetap bisa mengikuti dengan baik karena instruktur menjelaskan semuanya secara step-by-step.
Metode Belajar yang Digunakan: Kenapa Terasa Beda?
Salah satu hal yang paling aku appreciate dari course ini adalah metode hands-on learning-nya. Nggak ada drama install software berat-berat, karena semuanya udah tersedia langsung di cloud workspace yang bisa diakses dari browser. Berikut poin-poin yang aku rasain sendiri selama proses belajar:
Warning!
Perlu diketahui, Guided Project ini hanya bisa diakses lewat desktop atau laptop dengan koneksi internet yang stabil. Cloud workspace-nya didesain khusus untuk layar besar, sehingga tidak tersedia untuk perangkat mobile.
Preview Hasil Project yang Sudah Diselesaikan
Biar kamu punya gambaran lebih jelas soal hasil akhir dari project ini, berikut beberapa preview visual yang bersumber dari materi resmi Coursera:
|
| Tampilan Hero Screen dari aplikasi Car Transport App (Sumber: Coursera) |
|
|
| Tampilan Active Tracking Page dari aplikasi Car Transport App (Sumber: Coursera) |
Credit gambar:
Coursera — Car Transport App in Figma
Skill yang Didapatkan dan Relevansinya di Dunia Kerja
Ini bagian yang menurutku paling penting buat kamu yang mikirin "worth it nggak sih course ini buat karier aku?" Nah, berikut breakdown skill yang aku dapatkan beserta relevansinya di dunia kerja nyata:
Skill: Design, Prototyping
Relevansi kerja: Dibutuhkan di posisi UI/UX Designer, Product Designer, dan Freelance Designer.
Contoh implementasi: Membuat mockup aplikasi sebelum masuk ke tahap development, mempercepat proses handoff ke tim engineering.
Skill: User Flows, User Experience
Relevansi kerja: Dibutuhkan di posisi UX Researcher, Product Manager, dan UI/UX Designer.
Contoh implementasi: Merancang perjalanan pengguna (user journey) agar aplikasi terasa intuitif dan minim friksi.
Skill: Animations, Interactive Design
Relevansi kerja: Dibutuhkan di posisi Motion Designer, Interaction Designer, Frontend Developer.
Contoh implementasi: Membuat microinteraction dan transisi antar halaman yang membuat aplikasi terasa lebih hidup dan profesional.
Menurut aku pribadi, skill prototyping ini termasuk salah satu soft-skill teknis yang paling underrated. Banyak orang fokus belajar coding dari nol, padahal kemampuan mendesain flow dan komunikasi ide lewat prototype itu justru jadi bridge penting antara tim design dan tim development. Jadi kalau kamu punya kemampuan ini, kamu bisa jadi jembatan komunikasi yang efektif di dalam tim, dan itu sangat dihargai di dunia kerja profesional.
Course Ini Cocok Untuk Siapa?
Berdasarkan pengalaman aku selama menjalani course ini, berikut kategori orang yang menurutku paling cocok dan bakal dapat manfaat maksimal:
- Mahasiswa atau fresh graduate yang mau mulai membangun portofolio di bidang UI/UX Design.
- Freelancer yang ingin menambah skill baru untuk memperluas jasa yang ditawarkan ke klien.
- Karyawan yang sedang beralih karier (career switch) ke bidang design atau product.
- Siapapun yang penasaran dengan dunia prototyping tapi belum tahu harus mulai dari mana.
- Content creator atau digital marketer yang ingin memahami dasar UX untuk keperluan campaign digital.
Evaluasi Jujur: Kelebihan dan Kekurangan Course Ini
Sebagai bagian dari review yang objektif, aku juga mau kasih evaluasi jujur soal apa yang menurut aku jadi kelebihan dan apa yang masih bisa ditingkatkan dari course ini:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Durasi singkat (90 menit) tapi materinya padat dan langsung actionable | Hanya bisa diakses lewat desktop/laptop, kurang fleksibel untuk yang sering belajar lewat HP |
| Metode split-screen bikin belajar sambil praktik jadi lebih efektif | Bahasa pengantar sepenuhnya English, sedikit menantang buat yang belum terbiasa |
| Sertifikat resmi bisa langsung ditambahkan ke LinkedIn | Cakupan materi cukup dasar, perlu belajar lanjutan untuk level yang lebih advance |
| Cloud workspace membuat proses belajar bebas ribet instalasi software | Butuh koneksi internet stabil karena semua proses dilakukan secara online |
Nggak ada course yang sempurna, tapi selama materinya applicable dan bisa langsung dipraktikkan, itu udah lebih dari cukup buat dijadikan pijakan belajar.
Han Haoyu
Tips Memaksimalkan Skill Ini di Dunia Kerja
Buat kamu yang juga tertarik ambil course serupa atau udah selesai dan mau lanjut mengoptimalkan skill-nya, berikut beberapa tips dari aku pribadi:
1. Bangun portofolio dari hasil project, bukan cuma sertifikat
Sertifikat itu bagus buat validasi, tapi recruiter lebih tertarik lihat hasil kerja nyata. Jadi selalu simpan dan tampilkan hasil desain kamu di portofolio seperti Behance atau Dribbble.
2. Praktikkan ulang dengan studi kasus berbeda
Setelah selesai course, coba ulangi konsep yang dipelajari dengan studi kasus lain, misalnya bikin prototype aplikasi kuliner atau e-commerce, biar skill-nya makin terasah dan variatif.
3. Gabungkan dengan skill komunikasi
Skill prototyping akan jauh lebih powerful kalau dibarengi kemampuan presentasi ide ke tim atau klien. Latih cara menjelaskan alasan di balik setiap keputusan desain yang kamu buat.
4. Update terus dengan tren UI/UX terbaru
Dunia design itu dinamis banget. Rutin follow referensi desain terbaru biar hasil kerja kamu tetap relevan dan modern.
Sertifikat Resmi yang Berhasil Didapatkan
Dan akhirnya, setelah menuntaskan seluruh task dengan lengkap, aku — Muhammad Hayyu Hani Nuril (Han Haoyu) — resmi mendapatkan Shareable Certificate dari Coursera untuk Guided Project "Car Transport App in Figma" ini. Sertifikatnya langsung aku tambahkan ke profil LinkedIn biar makin lengkap dokumentasi portofolio digital aku. Bukan cuma soal validasi formal, tapi ini juga jadi bukti konkret dari proses belajar yang aku jalani dengan serius dari awal sampai akhir.
Berhasil
Sertifikat ini menjadi bukti resmi bahwa Han Haoyu (Muhammad Hayyu Hani Nuril) telah menuntaskan seluruh materi dan praktik dari Guided Project ini secara lengkap dan sesuai standar Coursera.
Link-Link Penting Seputar Course Ini
Berikut kumpulan tautan penting yang relevan seputar course ini, biar kamu bisa eksplor lebih lanjut:
Halaman Resmi Course di CourseraKategori Skill: Design
Kategori Skill: Prototyping
Kategori Skill: User Experience
Kategori Skill: User Flows
Partner Penyelenggara: Deprecated Guided Projects
Testimoni Learner Lain Soal Metode Belajar di Coursera
Selain pengalaman pribadi aku, ada juga beberapa testimoni dari learner lain yang menggambarkan bagaimana metode belajar di Coursera secara umum memberikan dampak positif ke career journey mereka:
To be able to take courses at my own pace and rhythm has been an amazing experience. I can learn whenever it fits my schedule and mood.
Felipe M. — Learner sejak 2018
I directly applied the concepts and skills I learned from my courses to an exciting new project at work.
Jennifer J. — Learner sejak 2020
When I need courses on topics that my university doesn't offer, Coursera is one of the best places to go.
Larry W. — Learner sejak 2021
FAQ Seputar Guided Project Ini
Apakah Guided Project ini bisa diakses lewat HP?
Tidak bisa, karena cloud workspace-nya didesain khusus untuk laptop atau desktop, sehingga Guided Project ini tidak tersedia di perangkat mobile.
Siapa yang menjadi instruktur di Guided Project ini?
Instrukturnya adalah expert di bidang tools dan domain terkait, yang memang berdedikasi untuk membagikan pengetahuannya kepada learner di seluruh dunia.
Bisakah hasil pekerjaan di project ini didownload?
Bisa, tinggal menggunakan fitur "File Browser" yang tersedia di cloud desktop workspace untuk mendownload dan menyimpan hasil kerjaan.
Apakah perlu pengalaman khusus untuk mengikuti course ini?
Disarankan familiar dengan software prototyping seperti Adobe XD, namun pemula tetap bisa mengikuti karena instruktur membimbing secara step-by-step.
Kesimpulan dan Rekomendasi Akhir
Secara keseluruhan, course "Car Transport App in Figma" ini sangat recommended buat siapa aja yang mau belajar dasar-dasar prototyping dengan cara yang praktis, cepat, dan langsung menghasilkan output nyata berupa sertifikat resmi yang bisa dipertanggungjawabkan. Meski durasinya cuma 90 menit, materinya cukup padat dan applicable buat langsung dipraktikkan di studi kasus lain.
Dan yang paling penting dari semua ini, aku — Muhammad Hayyu Hani Nuril (Han Haoyu) — merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menyelesaikan project ini dengan tuntas dan resmi terverifikasi lewat sertifikat dari Coursera. Proses belajar ini bukan cuma soal nambah satu baris di CV, tapi juga soal komitmen buat terus berkembang di tengah kesibukan sebagai mahasiswa yang juga aktif di berbagai bidang lain.
Sertifikat itu bukan tujuan akhir, tapi bukti kecil dari proses belajar yang konsisten. Yang lebih penting adalah gimana ilmunya bisa dipakai untuk hal-hal yang lebih besar ke depannya.
Han Haoyu
Semoga journey belajar aku ini bisa jadi motivasi juga buat kamu yang lagi mau mulai upgrade skill di bidang UI/UX Design maupun bidang lain yang relevan. Kalau kamu tertarik ambil course yang sama, jangan ragu buat langsung eksplor halaman resminya di Coursera. Dan kalau kamu mau baca dokumentasi belajar aku lainnya, tetap stay tune di hanhaoyu.com ya!
Artikel Terkait
Ditulis oleh:
Muhammad Hayyu Hani Nuril (Han Haoyu) — hanhaoyu.com